Ficlet

Word: longing.

Word count: 290.

long·ing/ˈlôNGiNG

  1. a yearning desire. “Miranda felt a wistful longing for the old days.”

adjective

  1. having or showing a yearning desire. “her longing eyes”

Definitions from Oxford Languages

“This is so absurd” she said between laugh and sob.
“What?” He asked.
“We…,” silent

“…our feelings.” She continue.


“I don’t know why I cry.” She wants to laugh at her own absurdity. Maybe this feeling has changed her nuts.
“But I know…”

She heard him said that but not sure, “Wha…?”

“… you just a cry-baby.” He continue, before the deep rumble of his laugh sending warm to her ears, and down to the soul.


“I’m not!” She whines, because, hey, woman has her pride too.

The deafening silence should make it uncomfortable, but it’s strangely bearable. She wants to say so many things, of how she feels like a mess without him, of how everything seems different now she knew the taste of living with him. But…

“I miss you.” He said.

Good God

How could he?

Just saying something that she should have said a long minute ago. How everything seems so easy on him to say the words that had been builded inside her chest, is charmingly annoying.

She should say, ‘I miss you too’. But the weight in her chest suddenly feels too much, because those words make everything that she’s been try, to prevent her emotion break will come undone. She miss him, God, really, really miss him. But saying it out loud will makes it all real and she is aware of how that affects herself. She feels empty every time he isn’t by her side. It sounds stupid because thats will be so clingy of her.

But screw clingy. A woman can only takes a little and she is so done with this stupid longing. So she just broke down in her room, in the middle of the night with her phone clutched in her damp hand.

So much for some pride.

Self Healing dengan Menulis.

Pernah merasa sesak karena terlalu banyak yang dipikirkan dan waktu seperti tak cukup untuk menyelesaikan semuanya?
Atau selalu merasa sendiri dan tidak ada yang benar-benar mengerti apa yang kita rasakan? Mau bercerita tetapi malu.

Masalah itu seperti isi tas, yang kalau kita biarkan semakin menumpuk akan menghambat langkah kita untuk maju ke depan. Bisa jadi menghentikan kita saat kita tidak bisa lagi mengangkat bebannya. Karena itu sesekali kita butuh untuk berhenti sejenak dan mengeluarkan kembali isi tas dan menyelesaikan, satu per satu.

Menulis bisa menjadi salah satu cara untuk menumpahkan isi tas kita dan menguraikannya, lalu dianalisa mana yang layak untuk kita pikirkan lebih lanjut, mana yang sebaiknya dibuang saja.

Mulainya dari mana?
Mulai saja dari apa yang terlintas dalam pikiranmu. Bisa jadi yang kamu dapati hanya coretan tanpa bentuk, bisa jadi sebuah kata, bisa jadi serangkaian omelan yang tidak bisa kamu keluarkan. Tidak ada tata baku dalam menulis diary kan? Ini adalah kawasan bebas genre dan aliran. Ini adalah wilayahmu dan semua isinya tergantung padamu.

Nikmati prosesnya.
Mungkin di awal hanya coretan untuk menumpahkan kekesalan, menuangkan kekalutan. Anggap saja itu adalah teriakan yang keras di atas pegunungan, di mana kamu bisa meneriakkan sekencang-kencangnya apa yang ingin kau katakan. Atau hanya sekedar “Haaaaaa….!”
Saat semua sudah tertumpah, kabut itu mulai memudar, coretan itu mulai membentuk sebuah pola, awan yang kau lihat di puncak gunung pun menampakkan sebuah gambar. Kamu pun akan bisa melihat apa saja yang kamu keluarkan dari tas.
Pilah dan pilih, mix and match, ini seperti kita sedang belajar fashion atau menyelesaikan puzzle. Terkadang ada yang saling berhubungan, ada juga yang perlu dipilah untuk dibuka nanti saat semua selesai. Bisa jadi yang satu adalah penyelesaian dari yang lain, atau sebaliknya.
Tulis semua dalam bukumu, dalam bentuk apapun yang kamu mau.

Mind map bisa jadi pilihan yang detail. Jiwa sastramu mungkin lebih setuju dengan quotes dan puisi. Atau bisa jadi semua curahan hatimu akan jadi kisah inspiratif yang bersambung. Tidak ada yang melarang membuat sebuah gambar. Bahkan seni yang paling mahal pun tergolong absurd bagi mereka yang tak memahaminya. Karena itu adalah luapan emosi dan suara dari jiwa. Kita tidak butuh dipahami di sini, pun tidak akan ada yang menjadi juri. Ini hanya untuk memberikan ruang untuk diri sendiri. Sebuah ruang yang cukup kita yang menghuni.

Selanjutnya, berbahagialah saat menjalani prosesnya. Seperti layaknya flu, self healing tak perlu digegas, biarkan jiwamu menyembuhkan sesuai dengan kemampuannya.

Kamu hanya butuh menerima, bahwa manusia tak ada yang sempurna, baik itu orang yang melukaimu, ataupun dirimu. Saat kamu belum memaaafkannya, jangan terlalu keras pada dirimu. Karena, maaf adalah refleksi dari jiwa. Kamu akan memaafkan saat dia pantas untuk dimaafkan, saat kamu merasakan dari lubuk hatimu bahwa dia hanyalah manusia. Seperti kita semua.

HaloDoc, konsultasi ke dokter dalam genggaman

Aplikasi Halodoc

Aplikasi ini lumayan jadi andalan saya ketika tidak ada motor dan anak-anak sakit. Atau mau konsultasi tetapi males antri.

Dalam aplikasi ini ada pilihan menu:

  1. Beli obat, yang biasanya saya gunakan saat anak sakit dan butuh obat di malam hari. Terutama anak pertama yang rawan kejang jadi stok penurun panas lewat dubur terkadang kehabisan, maka saya bisa memesan melalui aplikasi ini. Enaknya lagi di dalamnya sudah diarahkan untuk mencari di apotek terdekat.
  2. Konsultasi dengan dokter. Saya juga memakai aplikasi ini untuk mengkonsultasikan penyakit saya, ada yg free dan berbayar. Saya coba yang free dan dokternya pun ramah. Pemeriksaan bisa lewat foto dan dokter juga bisa memberikan resep yang juga bisa dibeli atau nanti saja
  3. Mendapatkan cek up lab. Saya belum pernah menggunakan fitur ini sih, sepertinya kita tinggal daftar dan akan ditunjukkan lab terdekat

Ini pilihan dokternya, saya memilih dokter kulit yang free. Dokternya ramah dan menanyakan dengan detail. jujur awalnya saya mengira dokternya akan menanyakan sekedarnya dan langsung meresepkan obat, tetapi mereka tetap profesional dan menanyakan secara detail. Selesai konsultasi biasanya dokter akan meresepkan obat atau tidak tergantung kebutuhan. Saya mendapatkan resep obat dan kebetulan tidak ada di apotek terdekat.

Google Docs, Aplikasi Andalan Emak-Emak Suka Nulis

Gdocs sangat membantu saya karena beberapa alasan:

  1. Saya emak-emak yang bekerja di ranah domestik, tetapi suka menulis. Terkadang saat inspirasi muncul saya menuliskan atau saat dekat deadline tetapi triple A sedang menguji banget tanpa jeda maka mau gak mau nyuri-nyuri waktu untuk nulis.
  2. Saya bisa edit dan setting di mana pun asal ada koneksi internet, tanpa khawatir terputus karena saat menulis di ponsel akan tetap bisa dibuka di laptop

Gdocs juga bisa dipakai untuk setting halaman, jadi bisa saya gunakan untuk langsung setting ukuran kertas. Fasilitas word count juga sangat menunjang kebutuhan saya saat menulis. Jika memakai laptop saya cuku menekan ctlr+shift+c maka akan muncul berapa kata yang sudah saya tulis. Mudah kan

Review Diskusi Kelompok 9: Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual

Oleh: Retno Asti Palupi

Dimana-mana kejahatan seksual itu pasti ada, hanya saja masyarakat masih awam dengan apa saja yang masuk kriteria kejahatan seksual. Peran pemerintah dan instansi sangatlah penting dalam memerangi kejahatan seksual ini, karena selama ini perlindungan terhadap korban masih minim, atau bahkan justru bagai pisau bermata dua.

Continue reading “Review Diskusi Kelompok 9: Peran Lingkungan dan Perlindungan dari Kejahatan Seksual”

Review Kelompok 6: Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas

Oleh: Retno Asti Palupi

Pemaparan kelompok 6 diawali dengan beberapa fenomena yang terjadi saat ini, dimana terdapat beberapa penyimpangan seksual atau anak-anak yang belum matang secara psikologis sudah mulai pacaran secara berani.

Penyebab dari fenomena tersebut adalah dari adanya media digital yang tidak terkontrol aksesnya.

Continue reading “Review Kelompok 6: Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas”

Review Diskusi Kelompok 10: Ketika Anak Bertanya(FAQ yang biasa ditanyakan anak mengenai seksualitas dan cara menjawabnya)

Oleh: Retno Asti Palupi

Materi kali ini tidak banyak teori, lebih kepada tips dan pegangan untuk orang tua saat nanti memghadapi anak-anak yang bertanya tentang seksualitas. Berikut tips nya:

Continue reading “Review Diskusi Kelompok 10: Ketika Anak Bertanya(FAQ yang biasa ditanyakan anak mengenai seksualitas dan cara menjawabnya)”

Anak ‘Nrecel’, Seru or ‘Soro’

Tanpa pencitraan
Real life picture

Yang tinggal di Jawa atau Wong Jowo pernah gak denger istilah “nrecel“?

Mungkin ada yang sedikit akrab juga dengan istilah yang biasa digunakan oleh native speaker of Javanese Language, halah keminggris.

Nrecel biasa dipakai untuk mengistilahkan anak banyak yang jarak usianya sedikit alias mepet, misal tiap tahun lahiran atau 2 tahun sekali seperti aku(oops…)

Continue reading “Anak ‘Nrecel’, Seru or ‘Soro’”